Ini adalah pengalaman puasa saya pertama di Belanda. Nggak sangka, di tahun 2015 ini, puasanya bertepatan dengan dimulainya musim panas. Sah sudah, puasa kali ini akan jauh lebih lama dari waktu puasa di Indonesia yang hanya sekitar 14 jam. Ya, waktu puasa di Belanda kali ini adalah 19 jam. Hihihi..sebelumnya, nggak pernah dibayangin si akan seperti apa, yang tergambar di benak saya ya berarti menahan laparnya lebih lama 5 jam. Itu saja. Eh, tapi saya super excited menyambut puasanya loch..penasaran banget, rasanya puasa 19 jam.
Bismillaah, let's begin the story..
Sunday, July 12, 2015
Saturday, May 9, 2015
Mengawali jejak di Blue Banana (Part 1) : Sebuah pemikiran tentang transportasi di Jakarta
Hari ini adalah perjalanan pertama saya ke Jerman, tepatnya Düsseldorf. Kalau Aachen saya anggep pintu gerbang perjalanan saya ke Jerman, maka Düsseldorf adalah pintu gerbag saya ke non-Schengen countries. Ya, saya mau submit dokumen untuk apply visa ke UK, nanti saya jelasin kenapa lebih memilih kota ini daripada Amsterdam untuk apply visa. Saya baru saja mengetahui bahwa ternyata Düsseldorf adalah salah satu kota yang termasuk dalam jalur Blue Banana. Jalur ini disebut juga European Blackbone karena telah menunjukkan potensi perkembangan paling besar di geo-ekonomi Eropa.
Dimulai dari rush morning, fiuh yang biasanya jam 7 masih berada di balik hangatnya selimut, dalam waktu 30 menit harus sudah di halte untuk mengejar bis yang ke stasiun Maastricht untuk lanjut ke Aachen. Walhasil, tadi pagi adalah waktu tercepat saya siap2, 15 menit mandi, 3 menit pake baju, 2 menit masuk-masukin barang ke tas sambil ngecek takutnya ada yang kelewat, dan 5 menit untuk turun dari lantai 6 dan lari ngejar bis di halte depan flat. Pas banget keluar flat, liat bis di kejauhan. Syukurlah sopirnya liat saya lari dan dia mau menunggu. Biasanya si sudah pasti ditinggal
Alhamdulillaah, sampe di bus stop Maastricht Main Station tepat waktu, akhirnya bisa ngelanjutin tidur di bis menuju Aachen. Hehe nggak dink, karena tiba-tiba saja kepikiran tentang problematika transportasi publik di Jakarta, entah kapan transportasi di Jakarta bisa layak dan termanajemen dengan baik. Intinya si kapan problematika kemacetan teratasi?
Saturday, March 21, 2015
Anak kos negeri kincir angin versi lapar dan kreatifitas
Ini dilema banget!
Bahan makanan sebenernya ada..tapi rasanya bahan masakan itu nggak saling melengkapi satu sama lain. Passion masak pun lagi nggak ada, otomatis kreativitas meramu bahan makanan menjadi masakan pun tertahan. Makanan kemarin sebenarnya ada, tapi nggak dimakan. Keroncongan dan nggak bertenaga? salah sendiri! Tunggu, tapi itu bukan permasalah utamanya.
Hari ini dilema banget! sudah dua hari otak kosong dan nggak produktif sama sekali. Sementara hari senin makin mendekat. Duh, rasanya makin panik! karena draft proposal tesis harus sudah jadi. Ya ampun! kesal terhadap diri sendiri! Mau jadi apa aku ini!
7 bulan sudah menyandang gelar anak kos untuk keempat kalinya. Pertama kali waktu kuliah, kedua ketika bekerja di kota belajar, dan yang ketiga pas kerja di ibukota. Dan bedanya sekarang, jadi anak kos di negeri seberang, di negara kincir angin yang kalau belanja pake mata uang Euro. Ok, balik lagi soal pas kalau lagi kelaperan..
Di Jakarta,, laper tinggal telp KFC, McD, atau Bakmi GM. Sorry sebut merk, itu urutan delivery favorit saya. Dilihat dari segi selera, pasti memenuhi selera banget, secara nasi, ayam goreng, dan sambel..sudah cukup. Sekarang, di kota kecil di ujung selatan negara kincir angin ini, mau delivery, pilihannya pizza, pizza, dan pizza. Lidah saya, sebenenarnya bersahabatnya dengan nasi. Pilihan delivery yang ada nasinya, cuma dari restoran masakan thailand. Ah! kangen banget deliverynya KFC Gunawarman. I wish have doraemon door!
Soal masak, biasaya otak saya cepet kalau diajak kerja sama soal meramu resep. Liat isi kulkas, potong2, letakkan dalam mangkuk keramik, tambahkan bawang putih bubuk, lada hitam bubuk, garam, sedikit gula, dan sedikit saus tiram kalau lagi pengen, aduk-aduk, masukan ke microwave, pasang di level 600 watt selama 5 menit, mateng aduk-aduk lagi sebentar, masukan selama 1-2 menit, matang, siap santap. Entah, liat isi kulkas rasanya kreatifitas nggak keluar. Udah bolak-balik buka kulkas sampe 5 kali. Aaargh! i wish someone brings me food! :) haha ngarepin tukang bakso atau mie tek-tek lewat? haha itu impossible! di sini, urusan makan boleh dibilang urusan sendiri-sendiri. Nggak ada yang tiba-tiba pencet bel trus ngasih rantang. Nggak seperti model-model tetanggaan kaya di Indonesia.
Jadi, buat kalian yang mau kuliah di luar negeri, trust me! kehidupan anak kos ala di sini, membuat makin strong dan makin kreatif dan fokus! Ini dilema banget! 75% fokus saya hari ini adalah gimana caranya ada makanan tanpa saya harus masak, haha...15% fokus sosialisasi sama dunia luar (alias ngobrol sama temen di dunia maya), dan 5% kepikiran mau nulis proposal (cat. baru kepikiran).
Ok, itu cerita saya hari ini tentang kehidupan anak kos ala negeri kincir angin (tepatnya si ala saya ;p)
Maastricht, 20 Maret 2015
#bertepatandengangerhanamataharipagiini
Bahan makanan sebenernya ada..tapi rasanya bahan masakan itu nggak saling melengkapi satu sama lain. Passion masak pun lagi nggak ada, otomatis kreativitas meramu bahan makanan menjadi masakan pun tertahan. Makanan kemarin sebenarnya ada, tapi nggak dimakan. Keroncongan dan nggak bertenaga? salah sendiri! Tunggu, tapi itu bukan permasalah utamanya.
Hari ini dilema banget! sudah dua hari otak kosong dan nggak produktif sama sekali. Sementara hari senin makin mendekat. Duh, rasanya makin panik! karena draft proposal tesis harus sudah jadi. Ya ampun! kesal terhadap diri sendiri! Mau jadi apa aku ini!
7 bulan sudah menyandang gelar anak kos untuk keempat kalinya. Pertama kali waktu kuliah, kedua ketika bekerja di kota belajar, dan yang ketiga pas kerja di ibukota. Dan bedanya sekarang, jadi anak kos di negeri seberang, di negara kincir angin yang kalau belanja pake mata uang Euro. Ok, balik lagi soal pas kalau lagi kelaperan..
Di Jakarta,, laper tinggal telp KFC, McD, atau Bakmi GM. Sorry sebut merk, itu urutan delivery favorit saya. Dilihat dari segi selera, pasti memenuhi selera banget, secara nasi, ayam goreng, dan sambel..sudah cukup. Sekarang, di kota kecil di ujung selatan negara kincir angin ini, mau delivery, pilihannya pizza, pizza, dan pizza. Lidah saya, sebenenarnya bersahabatnya dengan nasi. Pilihan delivery yang ada nasinya, cuma dari restoran masakan thailand. Ah! kangen banget deliverynya KFC Gunawarman. I wish have doraemon door!
Soal masak, biasaya otak saya cepet kalau diajak kerja sama soal meramu resep. Liat isi kulkas, potong2, letakkan dalam mangkuk keramik, tambahkan bawang putih bubuk, lada hitam bubuk, garam, sedikit gula, dan sedikit saus tiram kalau lagi pengen, aduk-aduk, masukan ke microwave, pasang di level 600 watt selama 5 menit, mateng aduk-aduk lagi sebentar, masukan selama 1-2 menit, matang, siap santap. Entah, liat isi kulkas rasanya kreatifitas nggak keluar. Udah bolak-balik buka kulkas sampe 5 kali. Aaargh! i wish someone brings me food! :) haha ngarepin tukang bakso atau mie tek-tek lewat? haha itu impossible! di sini, urusan makan boleh dibilang urusan sendiri-sendiri. Nggak ada yang tiba-tiba pencet bel trus ngasih rantang. Nggak seperti model-model tetanggaan kaya di Indonesia.
Jadi, buat kalian yang mau kuliah di luar negeri, trust me! kehidupan anak kos ala di sini, membuat makin strong dan makin kreatif dan fokus! Ini dilema banget! 75% fokus saya hari ini adalah gimana caranya ada makanan tanpa saya harus masak, haha...15% fokus sosialisasi sama dunia luar (alias ngobrol sama temen di dunia maya), dan 5% kepikiran mau nulis proposal (cat. baru kepikiran).
Ok, itu cerita saya hari ini tentang kehidupan anak kos ala negeri kincir angin (tepatnya si ala saya ;p)
Maastricht, 20 Maret 2015
#bertepatandengangerhanamataharipagiini
Subscribe to:
Posts (Atom)
Banda Neira - Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (Live)
I'm just not brave enough to say, I love you.. mungkin memang hal bodoh tapi setidaknya biarkan semua hadir dan muncul dalam ingatanku...

-
Haha judulnya simple banget ya? Karena saya bingung mau ngasih judul tulisan apaan (lagi mentok inspirasinya)..tapi asli kalau keinget bakal...
-
Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, pulang kuliah kok nggak langsung balik lagi ke unit kerja lama malah transit dulu di unit kerja ya...