Hehe...rasanya kok nanggung ya, nggak sekalian nulis liburan penuup di cuti awal tahun ini. Ditambah malah jadi ngidam Durian Medan! Iyaaa..,,jadi karena setelah berlibur singkat di Danau Toba, kami ke Medan hanya karena pengin makan durian di Durian Ucok! Alamaaaak (pake logat batak hahaha), baru denger namanya aja sudah ngiler! Do oh saya kan pecinta durian! Oke sabar..sabar..
Jadi, perjalanan kami ke Medan dimulai donk dengan naik travel (umumnya yang disebut travel itu adalah mobil sewaan model avanza atau xenia, jika beruntung ya innova) dari pelabuhan Tiga Raja Parapat, tiket sekitar 90rb kalau nggak salah ya. Perjalanan ke Medan memakan waktu sekitar 5-7 jam. Satu Mobil diisi dengan 7 orang penumpang dan 1 driver. Di sebelah kami adalah seorang ibu dengan ananya yang masih kecil, namanya Samuel! Tapi panggilannya Muel! Lucu banget. Rupanya suami si ibu adalah si bapak yang duduk di sebelah supir dan memangku sang kakak, namanya Jelita. Jadilah sepanjang perjalanan kami bercanda dengan Muel dan Jelita. Hahaha karena saya dan Ira kebagian duduk di tengah dan pinggir, jadi kami gantian supaya nggak terlalu pegal punggung, maklum berjam-jam. Sebenarnya ada waktu berhenti dan istirahat si di sebuah rest area, cukuplah makan mie goreng dan teh yang hangat. Lumayan menghilangkan penat. Oy, travel ke Medan ini bersedia mengantarkan kami sampai ke penginapan, yaitu Permata Inn. Dari Parapat sekitar jam 12, sampai di Medan sekitar jam 7. Yup lama memang. Tapi alhamdulillaah sampai di Medan!
Permata Inn memiliki konsep Hostel seperti di negara-negara eropa ya g pernah saya kunjungi. Booking lewat Agoda, dengan harga yang cukup terjangkau (kalau nggak salah 180rb untuk kamar dengan doubel/single bed ukuran besar, AC, dan TV) menurut saya sudah lumayan banget kalau biayanya dibagi berdua. Walaupun di informasi fasilitasnya tidak menyediakan sarapan, ternyata sang pemilik berbaik hati loch menyediakan sarapan (dia bilang suka kasian sama turis kalau nyari makan pagi2 susah).
Well, setelah urusan bersih2 dan shalat, saya dan ira langsung menuju destinasi utama yaitu UCOK DURIAN! Dan ternyata, deket banget dari penginapan kami. Awesomenya lagi nich, di Medan sudah ada transportasi publik berbasis aplikasi online. Langsung kami pesan ojek online, trus diantar ke Durian Ucok di jalan Wahid Hasyim. Sampai disana rame banget, dan melihat durian itu seperti melihat tumpukan pasir (saking banyaknya). Yukkah, foto dulu kita hahhaa!
mirip benteng durian takeshi haha *lebhay |
Aaaah...jadi ngidam sekarang nich! |
hehe abaikan muka saya yang kekenyangan tapi masih pengin ngunyah durian ;) |
Well, selesai dari makan durian, kami memutuskan untuk ke Istana Maimun. Saya sendiri sudah pernah kesini, tapi Ira belum. Dan karena saya taunya istana kerajaan melayu ini, jadilah the only thing was in my mind is here. Haha tapi ya malem-malem plus mulai hujan, jadi ya sudah balik hotel aja lah. Soalnya Ira pagi-pagi harus ke gereja. Lagipula, badan udah capek beut. Bayangin aja, dari subuh gowes di Samosir, trus perjalanan darat 7 jam ke Medan, langsung jalan-jalan berburu Durian. Yassalaaam, tangguh banget kan kitah! (Padahal badan udah remek rasanya).
Paginya, Ira berangkat duluan untuk ke gereja. Sedangkan saya lumayan lah ada waktu santai sedikit plus packing, supaya nanti sore nggak buru-buru pas check out untuk kembali ke Jakarta. Hehe iyaaa, kami sore itu juga pulang ke Jakarta. Gimana? Geleng-geleng kepala kan ya?! Hahaha! A very short vacation! Oke, balik ke liburan. Jadi pagi ini saya dan Ira janjian untuk bertemu di Gereja Maria Annai Velangkani.
Oy, berhubung sekarang jalan bareng, rasanya lebih praktis kalau naik taxi, toh harganya nggak jauh beda. Hehehe tadi si berangkatnya tetap ber ojek online. Jadilah kemudian kami muter-muter buat nyari oleh-oleh naik taxi. Di Medan, selain Ucok Durian, bolu Meranti dikenal juga sebagai oleh-oleh khas, dan ada juga bika ambon Zulaikha. Nggak lama si karena kami harus segera ke Kualanamu. Beres beli oleh-oleh, kami packing barang, dan segera menuju stasiun kereta Medan untuk naik kereta ke Kualanamu. Ish ternyata stasiunnya pun dekat dari hostel. Seneng banget ya kan! Alhamdulillaah banyak kemudahan. Tapi berhubung banyak barang yang dibawa, pesan taxi lagi dech jadinya.
heheh diphotoin sama Ira ^_^ |
ticket counter and information desk
ticket machines |
Oh iya, di tiket ini sudah tertera nomor kursi kita, jadi gampang nggak usah rebutan sama penumpang lainnya hihi..
nyaman, bersih, dan tentunya modern ;) |
Overall, it was a nice and exciting journey we had. Yang pasti penasaran akan durian, stasiun, kereta, dan bandara sudah terjawab. Tapiiiiii....mau dooooonk jalan-jalan lagi ke Medan! Belum sempat ke Berastagi nich! ;) adios amigos!
*baru sempet nulis 190916
*baru sempet nulis 190916
No comments:
Post a Comment